Pemain : Aurelli Alida Marie, Sabai Morscheck, Marcell Chandrawinata, Joanna Alexandra, Ayu Azhari, Marcella Simon, Sheila Tohir, Ivan Ray.
Nina (Aurelli Alida Marie), 15 thn, pindah rumah setelah ibunya Chyntia (Ayu Azhari) menikah lagi. Kepindahannya diikuti keharusan pindah sekolah. Ibunya memindahkan gadis cantik dan pemalu itu ke sekolah khusus putri favorit tempat ibunya dulu sekolah. Di rumah, Nina merasa kurang perhatian karena ibunya sibuk melayani suami barunya. Nina belajar giat untuk mendapatkan prestasi sehingga ibunya kembali memberi perhatian.
Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts
Wednesday, September 29, 2010
Friday, September 24, 2010
Film : 'LASKAR PEMIMPI', Harga Mati Mempertahankan Kemerdekaan
Setelah kemerdekaan tercapai, Belanda enggan mengakui kedaulatan negara Indonesia dengan mencoba menduduki kembali Ibukota Jakarta. Akhirnya, pusat pemerintahan kita dialihkan ke Jogjakarta untuk meneruskan cita-cita memiliki pemerintahan sendiri. Di Jogjakarta, Belanda juga terus mengejar tentara-tentara Indonesia.
Salah satunya adakan pasukan gerilya Kapten Hadi Sugito (Gading Marten) yang bergerilya di kawasan Panjen. Karena kehabisan bala tentara mereka merekrut kembali pemuda Panjen. Sri Mulyani (Tika Panggabean) gadis desa Maguwo yang lugu dan suka tidur, Udjo (Udjo Project Pop) keturunan ningrat yang manja, Tumino (Gugum Project Pop) peternak bebek dan Ahok (Oddie Project Pop) seorang pedagang kecil keturunan Tionghoa, mereka bergabung dalam pasukan gerilya pimpinan Kapten Hadi Sugito setelah menjadi korban Agresi Milliter Belanda II bulan Desember 1948.
Wednesday, September 8, 2010
Resensi Film "Sang Pencerah"
Membuat film biopik, bukan perkara mudah. Membuat set ulang pada zaman tokoh film hidup, menyederhanakan kisah hidup dalam durasi yang terbatas, meriset segala hal yang berhubungan dengan tokoh film juga membutuhkan waktu lama. Dan usaha Hanung Bramantyo untuk membuat film SANG PENCERAH sebuah film biopik Ahmad Dahlan, patut mendapat acungan jempol.
Kali ini, Hanung benar-benar detail memperhatikan setting film. Mulai dari mereka ulang Masjid Besar Kauman, Jogjakarta. Membuat setting Tugu Jogjakarta, detail tanah berpasir, hingga kostum dan wardrop para pemain. Belum berbicara tentang cerita filmnya, mata kita di awal sudah disuguhkan hasil kerja keras Hanung mereka ulang sejarah.
Kali ini, Hanung benar-benar detail memperhatikan setting film. Mulai dari mereka ulang Masjid Besar Kauman, Jogjakarta. Membuat setting Tugu Jogjakarta, detail tanah berpasir, hingga kostum dan wardrop para pemain. Belum berbicara tentang cerita filmnya, mata kita di awal sudah disuguhkan hasil kerja keras Hanung mereka ulang sejarah.
Thursday, September 2, 2010
Sewa Film Rp 45.000 di Youtube?
Rumor soal perjanjian Google dengan studio besar Hollywood kembali merebak. Kali ini, YouTube dikabarkan akan menyewakan film dengan harga USD 5 per film (sekitar Rp 45.000).
Kabarnya, seperti dikutip detikINET dari ArsTechnica, Senin (30/8/2010), bisnis sewa film YouTube itu akan mulai ditawarkan pada akhir 2010. Layanan yang akan hadir di Amerika Serikat itu menawarkan film bersamaan dengan rilisnya di DVD di kisaran USD 5 per sewa.
Tidak disebutkan berapa lama periode penyewaan film itu, apakah berdasarkan waktu atau berdasarkan jumlah tonton. Nantinya film yang disewa dari YouTube hanya bisa ditonton dengan sistem online streaming, bukan download.
Kabarnya, seperti dikutip detikINET dari ArsTechnica, Senin (30/8/2010), bisnis sewa film YouTube itu akan mulai ditawarkan pada akhir 2010. Layanan yang akan hadir di Amerika Serikat itu menawarkan film bersamaan dengan rilisnya di DVD di kisaran USD 5 per sewa.
Tidak disebutkan berapa lama periode penyewaan film itu, apakah berdasarkan waktu atau berdasarkan jumlah tonton. Nantinya film yang disewa dari YouTube hanya bisa ditonton dengan sistem online streaming, bukan download.
Wednesday, June 16, 2010
Resensi Film Remember Me

Sebuah drama romantis yang bercerita tentang Tyler Hawkins (Robert Pattinson), seorang mahasiswa berusia 21 tahun yang masih belum bisa melupakan kematian bunuh diri kakaknya, Michael. Dan Ally Craig (Emelie de Ravin) yang menyaksikan pembunuhan terhadap Ibunya di stasiun kereta bawah tanah, ketika ia baru berusia 11 tahun.
Tyler adalah anak kedua dari Charles Hawkins (Pierce Brosnan), seorang pengusaha sukses dan super sibuk di kota New York. Kematian sang kakak yang sangat membekas di hati Tyler menyebabkan ia sering menyalahkan Charles. Suatu ketika Charles kembali melewatkan saat penting bagi keluarga, pembukaan pameran lukisan Caroline (adik terkecil Tyler) dilewatkannya dan kekecawaan Tyler terhadap Charles memuncak dan menyebabkan ia memaki sang ayah didepan umum.
Tyler selalu berpikir bahwa tak ada seorangpun yang bisa mengerti apa yang dia lalui sampai suatu ketika ia bertemu dengan Ally. Melalui suatu perkenalan yang yang direncanakan oleh teman sekamar Tyler, Aidan (Tate Ellington) Tyler dipaksa untuk mendekati Ally untuk tujuan membalas dendam, karena malam sebelumnya mereka berdua ditangkap oleh ayah Ally yang seorang polisi atas kasus perkelahian. Tanpa mengetahui alasan sebenarnya, Ally menerima ajakan Tyler untuk berkencan. Pada kenyatannya Ally menjadi seseorang yang menyembuhkan dan memberi inspirasi bagi Tyler, ia mulai menemukan kebahagiaan saat dengan Ally dan jatuh cinta padanya.
Diakhiri dengan kematian Tyler yang menjadi korban tragedi WTC pada tanggal 11 September 2001, kisah ini mengingatkan kita untuk menghargai waktu yang kita jalani dengan orang-orang yang kita cintai.
Sumber : ResensiFilm.com
Tuesday, June 15, 2010
Resensi Film Tekken
Ibu Jin tewas di tangan Heihachi Mishima (Cary-Hiroyuki Tagawa) yang kini menjadi salah satu orang penting dalam Mishima Zaibatsu, perusahaan raksasa yang kini telah mengambil alih pemerintahan di dunia pasca pecahnya Perang Dunia. Perusahaan ini pula yang menjadi sponsor utama dari penyelenggaraan Tekken.
Subscribe to:
Posts (Atom)

